Melanjutkan sinopsis Vincenzo episode 1-4 sebelumnya, kali ini episode 5-8 semakin memperlihatkan bahwa Vincenzo adalah pengacara mafia tanpa ampun. Langsung saja, berikut sinopsis Vincenzo episode 1-4 yang dikutip dari berbagai sumber.


Episode 5 - Hanya kejahatan yang bisa menghukum kejahatan

Misteri masih belum terpecahkan bahwa sebenarnya Jang Jun Woo yang merupakan anak magang di Wusung adalah bos Babel. Bahkan, kedoknya masih belum ada yang mengetahui apalagi Choi Myung Hee dan Han Seung Hyuk.

Episode kali ini, pihak Wusung mengetahui bahwa dalang dibalik teror itu adalah Vincenzo. Dengan rasa penasaran siapa sesungguhnya Vincenzo, Choi Myung Hee berpura-pura berkunjung ke Geumga Plaza untuk memberi ucapan selamat pada Hong Cha Young.

Namun, sepertinya ia memasang alat penyadap di hadiah yang diberikannya. Bahkan, Chou Myung Hee mencoba memastikan suara yang ia dengar pada malam itu adalah Vincenzo. Akan tetapi, Hong Cha Young menyuruh Vincenzo untuk tidak berbicara dan beralasan bahwa Vincenzo sedang sakit tenggorokkan.

Di sisi lain, Jang Jung Woo membuat Jang Han Seo sebagai bonekanya untuk melakukan segala keinginannya. Sepertinya, Jang Han Seo mulai tertekan dengan perlakuan Jang Jung Woo. Sebab, semua gerak-gerik Jang Han Seo dipantau oleh Jang Jung Woo. Ia bahkan diperlakukan semena-mena oleh kakaknya sendiri.

Sementara itu, Vincenzo dan Hong Cha Young kembali merencanakan perlawanan terhadap perusahaan Babel. Mereka mencoba mempelajari siapa saja yang menjadi biang keladi Babel. Ternyata, Babel sudah bersekongkol dengan Rumah Sakit Haemun dan Harisn Daechang untuk menutupi kejahatannya. Tentunya, Vincenzo dan Hong Cha Young membawa kasus ini ke meja hijau untuk meneruskan keinginan sang ayah.

Keduanya pun kembali mengumpulkan para korban yang terkena dampak bahan kimia. Apalagi setelah melihat kejadian U Yeong muntah darah dan kondisinya semakin buruk. Tanpa basa basi, Vincenzo dan Hong Cha Young menggelindingkan pengacara So Hyeon U yang sempat menjadi wakil para korban untuk menangani kasus tersebut.

Tentunya So Hyeon U membela kimia Babel dan membuat para keluarga korban tertekan dan tidak mau mengambil resiko. Awalnya, para korban tidak mau lagi berurusan dengan perusahaan Babel. Apalagi setelah kematian Hong Yoo Chan yang dirumorkan menggelapkan uang dan mempermainkan para keluarga korban.

Namun tentu saja tidak mudah meyakinkan mereka untuk kembali melawan Babel. Hingga akhirnya, Vincenzo membongkar keburukan So Hyeon U yang menerima suap dari Babel. Setelah berhasil mengasingkan So Hyeon U, Vincenzo dan Hong Cha Young datang ke Firma Hukum Wusang untuk mengatakan bahwa mereka lah yang kini menjadi pelindung para korban Babel.

Di sisi lain, Jang Jung Woo sudah tidak mau mengalah dengan Hong Cha Young. Ia menyuruh Jang Han Seo untuk mengatakan pada Han Seung Hyuk agar Jang Jung Woo mendapat promosi menjadi bagian penting dari Firma Hukum Wusang. Karena semakin terancam, Jung Woo meminta Han Seo segera meresmikan BLSD yang diproduksi oleh Kimia Babel.

Vincenzo memutuskan menyabotase persidangan dan melakukannya di siang hari. Vincenzo dan Cha-young tiba di tempat persidangan dengan mobil mewah yang menarik perhatian dari wartawan. Sebelum mereka masuk, Vincenzo memberi tahu kepada wartawan dalam bahasa Italia

“Hanya kejahatan yang bisa menghukum kejahatan.”

Penghuni Geumga Plaza lalu datang memainkan peran mereka, mengadakan rutinitas dengan cara menari dengan tanda bertuliskan “Babel Chemicals bertobat.” Cha-young kemudian mengedipkan mata.


Episode 6 - Kekacauan - Kekacauan di Persidangan

Pengadilan yang dimulai, Cha-Young berjuang untuk mempertahankannya saat kasus Babel Bahan kimia akan dimulai. Sebagai tanda pembangkangan, semua penghuni dari Geumga Plaza memutuskan untuk tidak melawan hakim, dan segera berubah pikiran ketika melihatnya berjalan melewati pintu.

Dia melangkah menuju kursinya, dan segera dia tergelincir dan mendarat telentang. Myung-Hee memulai dengan pembukaannya yang tidak tertandingi ketika Cha-Young yang berjuang untuk berbicara. Cha-young mengaku menderita gangguan panik dan pada akhirnya pingsan di lantai.

Semua ini rupanya bagian rencana Chayoung sebelumnya. Sampi hakim menyatakan bahwa mereka perlu melanjutkan kasus apapun yang terjadi. Dan Cha-Young berdiri seperti tidak ada yang salah dan kemudian melanjutkan.

Selanjutnya rencana mereka berikutnya pemadaman listrik, berkat hasil dari karya Vincenzo. Sekali lagi, namun ini tidak berhasil dan di ruang sidang yang gelap mereka memutuskan menggunakan laptop. Ketika mereka melakukannya, kekacauan pun terjadi pada saat penduduk Geumga melepaskan beberapa lebah untuk melakukan persidangan pengadilan.

Segera, Sang hakim tersengat sebab sebelumnya dia telah dilumuri madu yang dicampur air sebelum dia masuk ke persidangan. Wajah Hakim menjadi bengkak dan dia kesulitan untuk berbicara. Pada akhirnya dia memutuskan akan mengambil kasus ini seminggu kemudian.

Pengadilan akhirnya diitunda dan Myung-Hee hampir tidak mampu menahan amarahnya. Myung-hee duduk kembali di kursinya sementara itu Cha-Young dan Vincenzo pergi dengan kepala terangkat tinggi, mereka menang dalam permainan mereka untuk bisa menunda kasus tersebut.

Myung-Hee memiliki keberanian menyebut bahwa Cha-Young rendah namun dia menyebut kemunafikannya, terutama pada saat dia menyebutkan hakim yang disuap.

Vincenzo menuju penjara menggantikan ayah Myung-hee. Ternyata dia merupakan pembela umum untuk seorang wanita yang bernama Gyeong-Ja. Dia duduk bersama denganya saat dia mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Namun, ternyata ini hanya panggilan kesopanan sebab dia tidak akan lagi mewakilinya.

Sebaliknya, dia mendorongnya mencoba dan juga mengandalkan keluarga atau teman untuk dapat membantu. Tepat sebelum dia pergi, dia membungkuk sedikit dan mengucapkan selamat tinggal padanya, dengan Vincenzo mengakui bahwa dia meninggalkan negara tersebut.

Di rumah, Vincenzo menerima beberapa peralatan mengukur arus listrik untuk mendeteksi emas yang ada di bawa ruangan kuil. Namun, dia tidak sengaja menyetrum dirinya sendiri sehingga membungkuk kesakitan.

Di luar pintu, An mengintainya, merasa yakin Vincenzo bertobat atas dosanya. Grup Babel memutuskan mengadakan pertemuan mereka, dimana Han-Seo gugup usai presentasi Joon-Woo. Myung-Hee merasakan hal ini juga dan juga mulai melihat mereka semua dengan curiga.

Ketika dia menyebutkan kedua putranya, Joon-Woo pada akhirnya melepaskan rahasia bahwa dirinya adalah ketua dan pemilik Babel Group yang sesungguhnya. Hal Itu memang konyol namun juga salah satu yang pada akhirnya membuka rahasianya di tempat terbuka. Joon-woo bahkan mempunyai beberapa kata yang cukup pedas terhadap Myung-Hee juga, mendorongnya untuk tetap hidup dan membuat rencana yang baru.

Rencana tersebut datang dari kelompok Babel yang bermain curang, menjatuhkan bendahara dan memaksanya untuk menyatakan suap. Hal ini memberatkan semua keluarga para korban dan segera mengubah corak kasus ini.

Berita mengenai ini juga ada di berita pagi, sementara itu Uh-Yeong yang disuntik dengan jejak sabu. Artinya, tidak bisa dijadikan saksi dalam pengadilan. Vincenzo dan Cha-Young merasa terguncang, berjuang terhadap ujian apa yang harus dilakukan berikutnya.

Tentu saja Joon-Woo datang. Joon-woo meminta kepada Cha-Young untuk kembali menuju Wusang namun pada saat Cha-young menolak, Joon-Woo menoleh menuju Vincenzo dan menghadapinya yang telah mengubah Cha-young.

Joon-woo mengatakan kepada Vincenzo bahwa “Jangan menggali kuburanmu sendiri, dan orang pintar pasti tahu kapan waktu untuk berhenti”

Vincenzo membalasnya “Kami memang menggali kabur, tetapi bukan kami yang akan masuk ke dalamnya, lalu orang yang pintar bukan tahu kapan waktu tepat untuk berhenti, tetapi tahu kapan lawan menjadi lemah.

Di persidangan kedua. Namun tanpa saksi untuk bisa dihubungi, Cha-young tiba-tiba merasa terkejut sebagai kejutan sebagai kartu truf. Orang itu tidak lain Vincenzo Cassano, yang dibawa oleh seorang polisi. Joon-woo nampak bingung, melihatnya melangkah, bertanya-tanya apa yang dia ucapkan untuk dirinya sendiri.


Episode 7 - Bos Babel Makin Murka

Saat persidangan di mulai, Hong Cha Young membawa saksi dadakan yaitu Vincenzo Cassano. Tentunya pengacara Choi Myung Hee tidak terima lantaran Vincenzo teman dekat Hong Cha Young. Memang sebelum hari H persidangan, Vincenzo dan Hong Cha Young telah menyusun beberapa rencana untuk melawan Wusang.

Bahkan ia bekerjasama dengan Profesor Kim Yeo Won istri Direktur Gil yang bekerja di perusahaan Kimia Babel. Profesor Kim Yeo Won merupakan ahli penyakit leukimia sekalikus Kepala Pusat Kanker Anak di Rumah Sakit Universitas Sungwon.

Choi Myung Hee tampak emosi dan berusaha untuk melakukan pembelaan. Sementara, hakim yang belerjasama dengan Choi Myung Hee juga tidak bisa menghentikan itu semua. Sidang kali ini berjalan lancar, tentunya pihak Vincenzo dan Hong Cha Young berhasil.

Di sisi lain, Jang Jun Woo frustasi dengan kemenangan Hong Cha Young. Ia meminta Jang Han Seo berpura-pura meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Kali ini, emosi Jang Jun Woo benar-benar tidak stabil.

Ia membawa Choi Myung Hee dan Han Seung Hyuk dengan kecepatan tinggi. Sampainya di tempat yang sepi, Jang Jun Woo memukul mobilnya menggunakan tongkat golf. Emosi Jang Jun Woo membuat Choi Myung Hee merasa tidak di hargai. Akhirnya ia meminta waktu sekali lagi untuk membalas dendam kepada Vincenzo dan Hong Cha Young.

Di sisi lain, Vincenzo harus segera menyelesaikan tugasnya. Ia segera mengadakan rapat dengan para penghuni Plaza Geumga. Namun, kabar tersebut sepertinya tidak memberikan kebahagiaan bagi mereka.

Mereka merasa ada yang aneh dan percaya pada orang asing yang mengatakan ada timbunan emas di bawah gedung. Hingga akhirnya mereka menolak untuk dipindahkan oleh Vincenzo. Suasana semakin mempersulit Vincenzo, ia pun kesal dengan orang-orang Plaza Geumga yang tiba-tiba berubah pikiran.

Di saat seperti itu, kemenangan yang masih belum sepenuhnya di raih oleh Hong Cha Young, ia harus menghadapi beberapa fitnah yang diajukan oleh Choi Myung Hee. Bukti-bukti kali ini sangat sempurna, hingga membuat Hong Cha Young berada di sel selama sehari semalam.

Namun, ia percaya kalau Vincenzo berhasil membebaskan dia secepatnya. Tanpa kehabisan akal, Vincenzo mendatangi Kepala Jaksa Hwang agar mau bekerjasama dengan Choi Myung Hee. Tentunya Choi Myung Hee awalnya tidak yakin dengan Vincenzo yang mau membantunya. Tak lama kemudian Kepala Jaksa Hwang menghubungi Choi Myung Hee dan bersedia untuk membantunya.


Episode 8 - Cha Young Masuk Penjara

Karena Vincenzo menjadi saksi dan mendatangkan istri Dokter Perusahaan Babel yang mengatakan kenyatan Bahwa BLSD berbahaya, membuat dirinya kalah dalam persidangan.

Bu Choi membalas dendam dengan memasukan Cha Young kepenjara dengan tuduhan palsu korupsi dan membuat data-data palsu lainya, untuk itu Vincenzo harus menjalin kerjasama denganya untuk membebaskan Cha Young.

Sebelumnya, ekspresi Vincenzo menjadi dingin saat dia tampil sebagai saksi, dan senyum percaya diri terpancar di wajah Hong Cha Young.

Pada akhirnya, Hong Cha Young diadili tanpa saksi kunci, tetapi untungnya, Vincenzo berhasil membalikkan keadaan, dan semua mata tertuju pada duo yang sekarang akan beralih ke Rencana B.

Namun, segalanya berubah ketika Hong Cha Young mendarat di sel penjara. Ekspresinya putus asa saat dia meminta bantuan Vincenzo.

Meski begitu, ekspresi Vincenzo tetap dingin dan tenang saat dia membantu Hong Cha Young keluar dari kesulitan ini.

Sementara itu, Joon Woo dan Myung Hee memiliki kantor kejaksaan di bawah kendali mereka. Mereka juga mendapatkan kesepakatan ilegal dengan bank untuk mendapatkan arus kas mereka.

Untuk menghentikan kesepakatan ilegal tersebut, Vincenzo dan Cha Young menyiapkan sebuha rencana khusus. Lantas, akan rencana Vincenzo dan Cha Young berhasil hentikan kesepakatan ilegal tersebut?